Dunia Hari Ini: Suku Bunga di Australia Naik Lagi, Angka Pengangguran Dikhawatirkan Bertambah

ADVERTISEMENT

Dunia Hari Ini: Suku Bunga di Australia Naik Lagi, Angka Pengangguran Dikhawatirkan Bertambah

ABC Australia - detikNews
Rabu, 08 Mar 2023 09:42 WIB
Reserve Bank of Australia telah menaikkan suku bunga dalam pertemuan ke-10 berturut-turut. (AAP: Bianca De Marchi)
Jakarta -

Selamat Hari Perempuan Internasional!

Terima kasih kepada para perempuan yang telah berjuang dengan kerja kerasnya dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membuat dunia jadi lebih baik.

Kita awali Dunia Hari Ini, edisi 8 Maret dengan berita soal bunga dari Australia. Tapi tak seindah bunga virtual yang kami kirim untuk Anda.

Suku bunga Australia naik lagi

Bank sentral Australia, yakni Reserve Bank, menaikkan suku bunga Selasa (07/03) kemarin, menjadi 3,6 persen dan menjadi kenaikan yang kesepuluh kalinya secara berturut-turut.

Kenaikan suku bunga ini menjadi yang tertinggi sejak Mei 2012, setelah terakhir kali suku bunga naik di bulan Februari lalu.

Philip Lowe, gubernur Reserve Bank mengatakan pihaknya terus akan melakukan apa pun demi mengembalikan inflasi ke target 2 hingga 3 persen, bahkan jika artinya pengangguran akan naik.

Alasannya adalah karena langkah-langkah alternatif lainnya justru akan membuat situasi memburuk, di saat inflasi Australia mencapai 7,8 persen di akhir tahun lalu.

"Diperlukan suku bunga yang lebih tinggi dan peningkatan pengangguran yang besar untuk menurunkan inflasi," kata Philip.

Unjuk rasa di bandara Melbourne

Para pengisi bahan bakar pesawat di bandara Tullamarine, Melbourne, memulai aksi mogok selama 24 jam, tapi sejauh ini tidak mengganggu jadwal penerbangan.

Pengisi bahan bakar, yang dikontrak oleh Rivet Group, mengatakan mereka mengalami kesulitan dengan beban kerja yang meningkat dan tanggung jawab yang bertambah, sementara gaji dan kondisi kerja mereka tidak mengalami kemajuan.

Aksi mogok akan dilakukan hingga Kamis (09/03) pukul 04:00 pagi, yang diperkirakan akan mempengaruhi Qantas serta layanan pengiriman udara, seperti Air Express dan DHL

Qantas mengatakan penerbangan hari ini akan beroperasi seperti biasa dan mereka bekerja sama dengan bandara Melbourne untuk meminimalkan gangguan bagi penumpang.

Pencari suaka akan dideportasi

Pencari suaka yang mendarat di pantai Inggris akan ditahan dan dideportasi berdasarkan undang-undang baru yang diperkenalkan oleh pemerintah Inggris.

Undang-undang baru melarang masuknya pencari suaka yang datang ke Inggris dengan perahu melintasi Selat Inggris, sehingga mereka tidak bisa mengklaim suaka, serta akan diserahkan atau dideportasi ke negara ketiga.

Pengecualian akan dibuat bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun, atau secara medis tidak layak untuk terbang, atau memiliki "risiko berbahaya dan tidak dapat dipulihkan" di negara tempat mereka akan dipindahkan oleh pemerintah Inggris.

Mereka yang datang dengan perahu juga akan menghadapi larangan untuk masuk kembali ke Inggris selamanya, bahkan mendapatkan kewarganegaraan Inggris, hanya dengan pengecualian yang sangat sempit.

"Dan begitu Anda dikeluarkan, Anda akan dilarang untuk masuk kembali ke negara kami, seperti halnya di Amerika dan Australia," kata Perdana Menteri Rishi Sunak.

Penemuan patung mirip 'sphinx'

Patung-patung tersebut ditemukan para arkeolog di sebuah kuil kuno Dandera, provinsi Qena, Mesir Selatan.

Para arkeolog percaya patung-patung yang terlihat tersenyum kemungkinan milik kaisar Romawi Claudius, yang memperluas kekuasaan Roma ke Afrika Utara antara 41 dan 54 M, kata Kementerian Purbakala Mesir.

Mereka akan melakukan lebih banyak studi tentang tanda-tanda di lempengan batu, yang diperkirakan bisa mengungkap lebih banyak https://news.detik.com//abc-australia/d-6606741/dunia-hari-ini-suku-bunga-di-australia-naik-lagi-angka-pengangguran-dikhawatirkan-bertambah tentang patung dan area tersebut.

Ledakan di gedung perkantoran

Sedikitnya 17 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka di ibu kota Bangladesh setelah ledakan di dalam gedung perkantoran di distrik komersial yang ramai.

Penyebab ledakan itu masih belum jelas, tetapi kebakaran bangunan dan ledakan yang fatal sering terjadi di Bangladesh akibat keamanan yang seringkali lemah.

Beberapa laporan mengatakan ledakan terjadi dari akumulasi gas.

Ledakan itu mengguncang lantai empat dan lima gedung tujuh lantai di Gulistan, pusat grosir barang di Dhaka.

Simak juga 'Uang 5 Dolar Australia Tak Akan Pakai Wajah Raja Charles III':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT